Selasa, 15 Januari 2019

Jebakan psu tegangan stby rendah


Bagi pemula..... bahkan bagi yg sudah lama kerja sebagai teknisi kadang terjebak dg "KEBIASAAN2"

Misalnya......hanya terbiasa ketemu Tv China dimana tegangan B+ saat Stby maupun saat Power_on adalah sama.

Pada  model dan merk tertentu banyak diketemukan bahwa pesawat saat Stby tegangan lebih rendah dibanding saat Power_on.
  • Misalnya Polytron dengan Fet FS7UM…saat Stby tegangan B+ hanya sekitar 40v, kemudian saat Power_on baru normal 115v.
  • Sharp dan Panasonic model tertentu…..bahkan saat Stby tegangan B+ sangat kecil sekali tidak sampai 20v.
Akibatnya…kadang teknisi mengira PSU problem….tegangan B+ kurang.
Trus otak-atik,….tapi tak kunjung ketemu part yg rusak,..……coba ganti part ini-itu,……..tak membuahkan hasil,……..
Capek, pegel, bĂȘte……buang2 waktu. Karena memang psu tidak masalah, tapi disebabkan karena pesawat masih dalam posisi Stby.

Bagaimana ciri PSU yang mempunyai tegangan rendah saat stby ?
Ini bisa dilihat adanya TRANSISTOR SWITCH yang terhubung dengan pin-2 Photocoupler.
  • Saat Stby …………pin-2 dihubungkan langsung ke gnd oleh transistor tersebut.
  • Saat power_on hubungan ke gnd ini terputus, ………….dan pin-2 ganti terhubung mengambil jalur melalui “ERROR DETECTOR” seperti misalnya ic TLP471 atau ic SE110 misalnya.
Apa tujuan tegangan Stby dibuat rendah ?
Saat stby….pesawat tetap juga membutuhkan daya listrik.
Dengan menurunkan tegangan stby…..maka daya listrik yang dibutuhkan saat stby menjadi lebih rendah.
Katakanlah misalnya daya turun dari 3 watt menjadi 2 watt….atau penggiritan daya 1 watt.
Ini bagi suatu Negara sangat besar sekali pengaruhnya.
Misal di Indonesia ada 50 juta pesawat televisi,………maka ini berarti pengiritan 50 Mega watt daya listrik……
Kalau seluruh dunia....hitung aja berapa banyak pengiritannya.......Ini berarti sudah menjaga akan sumber daya energy dunia tidak cepat dihabiskan.
Di Negara maju….bahkan men-syaratkan pada televisi model2 baru yang akan dijual dinegara tsb……..bahwa daya saat stby tidak boleh lebih dari 1 Watt.

Bagaimana trik memeriksa PSU tegangan stby rendah ?
Untuk memeriksa PSU apakah normal……..tinggal LEPAS saja transistor switch, atau open kolektornya…….maka tegangan B+ akan menjadi normal.




***************
 

Jumat, 28 Desember 2018

LG Chasis LB67A 32,43LH510 mati total.


Chasis LB67A LG 32, 43-LH510 
Problem : Mati total……

Model ini paling sering dijumpai kerusakan pada ic BL Inverter MP3378 yang juga merupakan ic dc-dc step down converter.
Kerusakan disebabkan pin-output dc-dc konverter short dengan gnd (bisa diperiksa antara pin-16 dengan gnd).
 
 

Kecuali ganti MP3378, solusi lain untuk problem ini adalah dengan cara cangkok universal step down dc-dc converter. Sebab umumnya bagian BL Inverter tidak ikut rusak.
 
 
 
Caranya :
  • Cut kaki pin-16 yang ke coil  L504.
  • Cek lagi dengan ohm meter……antara kaki coil dengan gnd seharusnya tidak short lag
  • Sediakan universal  stepdown dc-dc converter…..ajust output agar tegangannya 12v.
  • Sambung  input dc-dc konverter pada tegangan Vin 19v pin-15.
  • Sambung output dc-dc konverter pada kaki coil L504.
 
 
*****************

Rabu, 28 November 2018

Panel lcd Samsung 48 pakai Tcon luar CY HH48R

  • Panel ini menggunakan double gate-driver kiri-kanan (tanpa kupingan) yang di drive menggunakan pulsa CKV CKVB 1,2 dan 3.
  • Disini digunakan sinyal umpan balik dari panel ke T.con yang dinamakan Mon_R dan Mon_L. Pada kondisi normal pin ini ada tegangan sekitar minus 4v. Jika panel kaca ada masalah, maka tegangan minus 4v tidak akan keluar dari arah panel kaca (tegangan nol), yang akan mengakibat kan tegangan Tcon Avdd, Vgh, Vgl mati protek. tetapai tegangan 3.3v dan 1.8v tetap ada.
                    
    
  • Untuk melumpuhkan protek power supply Tcon dapat di cut jalur Mon_L atau Mon_R, atau lepas R jumper.
  • Jika problem pada jalur Ckv Ckvb, dapat dilakukan isolasi pada lokasi seperti pada gambar.
 
 
 
 
***********************88

Selasa, 06 November 2018

Panel LC420WUG punya LG 42LD450 gambar loncat2.


Panel LC420WUG, LG42LD450
Gambar diam normal jelas.....dan loncat2 secara periodik ketika ganti gambar.....
Tapi bukan seperti  kasus slow motion.......yang biasanya disertai gambar bluur....yang disebabkan problem VGH..
Sebelum eksekusi.......halo2 dulu...."phone a friend"....mungkin ada yg pernah pengalaman.......
Dapat info dari mr Be Good pakarnya LG......klo panel model tsb cukup kuat, jadi jarang rusak, Tcon jadi satu dg mainboard......
Kerusakan mungkin disebabkan ic Level Shifter...
Download skema dulu......pakai ic apa sih level shifternya...
Setelah nemu tipe ic.....
Halo2 lagi...phone a friend.....siapa yg simpen MAX17119E
Dapat jawaban dari mas Rico Tandika.......dan ic segera dikirim.

Setelah MAX17119E ditangan....
Baru bongkar pesawat.......tapi saat dicoba....lho kok gambar sekarang gak muncul....hanya ada garis2 vertikal abu2 yg bergerak-gerak....
Cek ternyata tegangan output MAX17119E VHG_E dan VGH_O tidak nongol semuanya......sedang tegangan input VGH dua2nya ada...
Wis jelas memang MAX17119E yang masalah...!!!
Eksekusi...N
glepas.....gampang dan lancar......L
ha masangnya.......belum punya pengalaman babar blas model ic seperti ini.....
Butuh setengah hari coba pasang ic ini.....sama seperti saat belajar naik sepeda dulu, teori sih gampang....prakteknya ya bolak-balik jatuh, nabrak sana-nabrak sini
Di blower.....posisi geser....komponen samping ikut berubah posisi.......wis mumet
Setelah diulang-ulang......cek pakai pembesar 40x.... nampaknya dah OK....tapi saat dicoba gambar double...dan ada garis2 vertikal pd separuh layar....
Wah....kira2 solderan masih ada yg kurang kontak....
Wis solder manual saja dari samping....karena kalauo diamati memang memungkinkan......

Alhamdullillah....achirnya happy end...
 
 
********************

Panel LG gambar kadang bagus - kadang problem secara periodik

Pengalaman  Mas Rano 

Solusi :
- perhatikn ditcon tuk vgh_0 dan vgh_E....
- bila gambr normal mestinya di vhg_0 teg + 26v( vgh)... atau vgh_E yg + nya....
- mkin juga kebalikanya vgh_0 menjadi teg - (vgl)...atau vgh_E - nya...

Dan saya sendiri hanya menyimpulkan dan vgh_0 nya aja yg diberi teg + 26v yg berasal dri teg vgh 26v... tp sblm diberi teg 26v..hendaknya jalur dri vgh_0 yg menuju ic di cut dahulu.... hal ini sering kita jumpai diseri cs/ls/lk/ld...yg menggunakan tcon trsbt....



*********************


Rabu, 31 Oktober 2018

Memahami fungsi dan kerja Kupingan.


Otak-atik kupingan, akan lebih baik jika kita dikit-dikit memahami fungsi dan kerjanya. Sehingga kalau mau main coba2 ada dasar teorinya yang bisa sedikit membantu.

Kerja panel lcd sebenarnya adalah seperti juga cara kerja sistim scanning pada layar CRT. Gambar tidak terbentuk satu layar penuh begitu saja, tapi ditampilkan garis-pergaris mulai dari garis paling atas layar terus gantian sampi kebawah, sehingga kita melihatnya sebagai satu bidang layar yang menyala penuh. Pertama yang akan dinyalakan adalah garis horisontal yang paling atas, kemudian ganti garis ke-dua, terus garis ke-tiga ……..dan selanjutnya sampai garis yang paling bawah. Kemudian diulang lagi mulai dari atas, semuanya dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Lihat blok gambar diatas.
Adalah sebuah contoh ic kupingan yang mempunyai 256 output. Artinya ic ini mampu menyalakan 256 garis secara bergantian mulai dari atas (nomor 001)  sampai kebawah ( nomor 256). Jadi lebih gampangnya dikatakan bahwa ic kupingan kerjanya hampir mirip dengan sebuah kontrol lampu berjalan.



Apa fungsi  DI/O, DO/I, U/D ?
DI/O dan DO/I berfungsi sebagai Input/Output pulsa STV. Artinya jika DI/O berfungsi sebagai Input STV, maka DO/I akan berfungsi sebagai Output STV. Atau juga bisa juga bisa sebaliknya DO/I sebagai input dan DI/O sebagai output. Hal ini dikontrol oleh tegangan “H” atau “L” pada pin-U/D (Shift Direction). Dalam praktek perubahan tegangan ini akan menyebabkan gambar bisa dibolak-balik (inverted), karena ini akan mengontrol arah scanning garis2 horisontal mulai dari atas-kebawah atau sebaliknya dari bawah-keatas.
U/D (Up-Down) kadang dinamakan L/R (Left/Right).

Shift Register merupakan bagian utama sebuah ic Kupingan. Berfungsi mirip kerja control lampu berjalan. Pertama dia akan menyalakan garis yang paling atas, kemudian ganti garis yang kedua, ganti garis yang ke tiga….dan selanjutnya secara berurutan sampai garis yang terachir, kemudian diulang dari awal lagi.

 STV adalah kependekan dari  START PULSE VERTICAL. Nama lain yang kadang digunakan adalah SPV (Start Pulse Vertikal). Pulsa ini mengontrol atau memberi perintah agar Shift Register start pertama kali menyalakan garis nomor 001. Pulsa STV mendapat sinkronisasi dari sinyal Vertikal Sync.



Panel lcd kadang ada yang mempunyai 2 buah kupingan atau lebih. Ini tergantung resolusi vertikal panel tersebut. Misalkan panel menggunakan 2 buah kupingan contoh diatas, maka “resolusi vertikal” panel tersebut adalah 2 x 256 = 512 garis vertikal.
Dalam hal ini cara penyambungan sinyal STV adalah seperti gambar dibawah.
 
Pertama STV memberikan perintah start pada kuping atas. Setelah selesai scanning pada kuping atas, maka ic kuping atas akan mengoutputkan STV untuk memberikan perintah start scanning pada kuping ke dua.
Apa fungsi OE (Output Enable Control) ?
Sistim scanning gambar pada teknologi TV dikenal ada 2 macam, yaitu (1) Sistim Progresive dan (2) Sistim Interleaving). Sistim gambar sistem PAL (yang digunakan di Indonesia) menggunakan Interleving.
  • Sistim progresive melakukan scanning garis secara berurutan mulai dari no 1,2,3…. dst.
  • Sistim interlevaving melakukan scanning mulai dari garis nomor ganjil no 1,3, 5….dst ampai selesai kemudian baru dilanjut scanning nomor genap no 2, 4, 6….dst.
Pulsa OE  digunakan untuk mengatur sistem diatas.
Apa fungsi Level Shifter ?
Level Shifter dibutuhkan untuk penyesuaian dari sirkit dgital yang mempunyai tegangan antara Vcc 3.3v dengan ground. Dengan sirkit Buffer Output yang mempunyai tegangan antara Vgh dan Vgl (yang mempunyai teganagan negatip).
 

Timing pulsa2 Kupingan.


 
 
 
*******************
 
 





 

Kamis, 25 Oktober 2018

Trik mengganti lampu BL Sony 32 protek kedip 6x


Sony 32 protek lampu BL dengan kode kedip 6x.
BL Inverter pakai BD9397.
Cek secara visual semua lampu BL nyala sepertinya tidak ada yang bermasalah….tapi kenapa tetap protek juga?
Biasanya kalau langsung ganti satu set BL baru ( terdiri dari 3 batang @ isi 8 lampu)…….maka problem akan terselesaikan.

Bagaimana kalau pakai sistim cangkok?
Agar tidak perlu ganti satu set.

Ini adalah trik yang kami gunakan untuk jika pengin pakai sistim cangkok, tidak perlu ganti satu set.
Perlatan yang diperlukan adalah sebuah BL tester yang diperlengkapi dengan "voltmeter digital" agar bisa terbaca jika ada perbedaan tegangan nol-koma.

Tester yang kami gunakan adalah seperti gambar ini.
 
 

Pertama test masing2  batang lampu led dengan led tester………..maka hasil pengukuran tegangan pasti tidak sama. Hal inilah yang menyebabakan protek BL.
Pengukuran dengan tester yang kami punya tersebut, untuk batang BL yang normal adalah 21.3v

Batang BL yang masalah akan menunjukkan tegangan yang lebih besar…..misalnya berubah menjadi 21.5v. Batang BL yang bermasalah disebabkan karena ada satu atau dua buah lampu BL yang bermasalah.

Hal ini dapat diselesaikan dengan mencari lampu mana yang bermasalah.
Sebuah Lampu BL yang normal kalau diukur dengan contoh tester, tegangan akan menunjukkan 2.9v. Kalau tegangan terukur lebih besar dari 2.9v, maka ini menunjukkan bahwa lampu BL tersebut bermasalah……dan perlu diganti.

Lampu BL yang rusak tidak dapat diganti dengan sembarang lampu BL.
Cari lampu BL ….yang jika sebuah lampu diukur dengan tester juga menunjukkan tegangan yang sama, yaitu 2.9v

 

Ini adalah salah satu contoh tipe batang lampu BL yang cocok untuk pengganti.
 
 

Pengalaman,…….jika ke-tiga buah batang lampu BL tegangannya berubah naik semua tetapi nilainya semua sama…..misalnya semua berubah terukur menjadi 21.5v……..maka tidak akan terjadi protek.

 Kesimpulan Sony dengan Inverter BD9397 akan protek jika tegangan ke-tiga batang lampu BL salah satu ada yang tidak sama. Kecuali itu kadang bisa menyebabkan ic Inverter menjadi panas……dan kadang timbul suara berderik.

 
Catatan :
Alat ukur BL tester merupakan alat yang tidak terkalibrasi dengan suatu standard. Oleh karena itu jika digunakan alat tester yang lain……..maka tegangan yang terukur ada kemungkinan bisa sedikit berbeda.
 
 
 
 
 
 
 
************************