Minggu, 11 Oktober 2020

REPAIR MOTHERBOARD Jilid.1

Sangat berbeda dengan teknik service sepeda motor misalnya. Dari jaman dulu sampai sekarang teknologi dasar sepeda motor masih sama seperti itu2 juga, hanya sedikit mngalami perubahan. 

  • Teknologi Lcd/Led akan lebih susah bagi pemula, karena sehari-hari akan berhadapan dengan bebagai macam2 merk, dan model. Dari yang jadul sampai yang produk terachir. Dari produk yang ekonomis yang sederhana, sampai  canggih dan ruwet.
  • Teknologi Lcd/Led berkembang dengan sangat cepat. Dari teknologi Lcd pindah ke teknologi Led, teknologi Multimedia. Bahkan sekarang sudah ada teknologi yang lebih baru yang dinamakan  OLED, tapi belum merakyat karena harganya masih cukup tinggi.
  • Ada yang menggunakan Psu tunggal, dan ada yg menggunakan Dual Psu
  • Ada yang menggunakan Board Psu-Inverter-Motherboard terpisah, dan ada yg menggunakan hanya satu board saja.
  • Mikrokon ada yg terpisah dengan bagian Video Prosesor, dan ada yg sudah digabung menjadi satu kesatuan Chip.
  • Penggunaan ic memori Nand Flash dan Emmc pada model2 baru, sedang model lama masih mengandalkan ic memori Flash. 
  • Penggunaan ic RAM eksternal dan ada yang menggunakan RAM internal jadi kesatuan dalam ic Chip.


MACAM2 REGULATOR PENURUN TEGANGAN DIDALAM MOTHERBOARD

Kita awali saja untuk memahami macam2 jenis ic regulator powersuply yang terdapat dalam motherboard. Sirkit motherboard membutuhkan macam2 tegangan. Untuk keperluan itu suply tegangan input ke motherboard mesti dikonversikan/dirubah ke berbagai macam tegangan2 yang nilainya bisa beda2, misal 5v, 3.3v, 2.5v, 1.8v dan 1.2v.

Regulator penurun tegangan yang digunakan didalam motherboard bisa dikategorikan  menjadi  dua macam jenis, yaitu :

  • LDO
  • Dc-Dc

LDO (Low Drops Out Regulator).
Merupakan regulator yang kerjanya hampir mirip dengan 7805, 7812 yang sudah sering kita jumpai pada teve CRT. Bentuknya ada macam2, ada yang mirip transistor 3 kaki, ada yang berbentuk mirip ic memori 8 kaki, dan ada yang berupa ic kecil 5 kaki. 
LDO lebih sedikit menghasilkan panas dibanding regulator semacam 7805. 
Umumnya maksimum hanya mampu memberikan arus kurang dari 1A. 
Dalam pemakaian “perbedaan tegangan Input dan Output”  LDO tidak boleh terlalu besar. Misal tidak boleh dipakai untuk menurunkan tegangan 12v ke tegangan 3.3v. Sebaiknya hanya dipakai dari 5v ke 3.3v misalnya. Sebab Makin besar perbedaan antara tegangan input-output akan menyebabkan regulator makin panas. Sirkit LDO cukup sederhana karena tidak membutuhkan banyak komponen luar.

LDO 3 kaki


Output LDO.
Ada 2 macam tipe output LDO :
  • Tegangan output FIXED atau tetap. Misalnya tegangan2 : 5v, 3.3v, 2.5v. 1.8v
  • Tegangan output dapat diajust dengan merubah nilai komponen Resistor luar.
LDO 3 kaki ADJUST


LDO dengan kontrol on-off

  • Ada LDO yang tidak dikontrol on-off, misal seperti halnya 7805, 78012
  • Ada pula jenis LDO yg mempunyai pin-kontrol on-off, misalnya seperti halnya 78R05, 78R12.


LDO 8 kaki dengan kontrol on-off (Enable)


DC-DC Step-Down Converter atau nama lainnya Buck Converter.

Merupakan regulator yang  kerjanya mirip dengan cara kerja switching regulator. 
Bentuknya ada yang mirip ic memori 8 kaki, ada pula yang lebih kecil lagi dan mempunyai 6 kaki.
Ciri-ciri ic dc-dc adalah dengan adanya sebuah induktor (coil) yang ada didekatnya.
Dc-dc sedikit sekali atau bahkan hampir tidak menghasilkan panas, sehingga tidak memerlukan pendingin. Arus maksimum umumnya mampu sampai 3A. 
Perbedaan antara tegangan Input dan Output yang besar tidak menimbulkan masalah (tidak panas), misalnya dari 19v menjadi 1.2v. Hal seperti ini tentunya tidak dapat dilakukan dengan menggunakan LDO.
Dibanding dengan LDO, dc-dc mempunyai sirkit yang sedikit lebih rumit, membutuhkan lebih banyak komponen diluar. 

Dc-dc stepdown





REGULATOR UNSWITCHED dan SWITCHED

Banyak pemula melakukan kesalahan dalam melakukan analisa………
Ketemu salah satu atau beberapa regulator pada motherboard tegangan ada yang belum muncul………
Kemudian focus otak-atik pada bagian tersebut……..Pada hal sebenarnya bagian tersebut tidak masalah…….
Bagaimana ini bisa terjadi ???

Regulator LDO maupun Dc-dc dapat dibedakan  menjadi  dua, yaitu :

  • UNSWITCH (tidak di switch), yaitu tegangan Stby yang selalu ada  jika colokan listrik dipasang saat stby maupun saat kondisi hidup. Ini adalah tegangan yang dibutuhkan oleh bagian  mikrokon agar dapat bekerja. Tegangan utk stby umumnya membutuhkan 2 macam, yaitu 3.3v dan 1.2v
  • SWITCHED (bisa di-switched), tegangan output  bisa di switch "on-off". Tegangan ini baru muncul jika pesawat sudah power-on.  Disini mikrokon  akan mengeluarkan perintah berupa tegangan “POWER_ON” sehingga regulator akan mengeluarkan tegangan output. 

 

Menemukan problem mati total, maka mesti fokus terlebih dahulu pada tegangan-tegangan  UNSWITCH.

MELACAK TEGANGAN STBY
Umumnya untuk stby dibutuhkan 2 macam tegangan unswitched, yaitu 3.3v dan Vcore 1.2v
  • 3.3v unswitched untuk mensuply IC Chips/Mikrokon, Memori, Sensor remote. Bisa menggunakan jenis LDO maupun Dc-dc. Kehadirannya paling mudah di cek pada kaki pin-Vcc ic memori Flash atau pada kaki Vcc Sensor remote
  • Vcore 1.2v selalu menggunakan dc-dc. Sebab disini dibutuhkan arus yang besar sampai 3A. Tanpa skema kita sulit menentukan  mana Dc-dc untuk V.core.  Tapi bisa coba  di cari dengan cara mencoba mengukur semua Dc-dc yg ada pada saat stby. Klo ketemu 1.2v ya itulah teganagan V.core. Kalu tetap tidak nemu kemungkinan Dc-dc output short, coba aja ukur semua output dc-dc yg ada dengan ohm meter, nanti akan ketemu ada yang short. Bisa disebabkan karena kapasitor output filter short, ic chip short, atau dc-dc rusak


*********************