Sabtu, 16 Desember 2017

Memahami tentang LVDS



Berbeda dengan cara kerja teve CRT dimana sinyal gambar atau sinyal video RGB analog bisa langsung diumpankan ke tabung CRT. Pada penerima pesawat Lcd sinyal gambar  RGB analog perlu dirubah dahulu menjadi sinyal gambar digital RGB.
Sambungan data sinyal gambar digital merupakan transfer-data yang membutuhkan kecepatan sangat tinggi. Makin tinggi resolusi gambar  makin tinggi kecepatan transfer-data yang dibutuhkan. Hal ini menyebabkan timbulnya berbagai macam problem antara lain seperti :
  • Kebutuhan band-width yang lebih banyak,
  • Pemakaian daya listrik yang lebih besar,
  • Menimbulkan gangguan noise frekwensi tinggi. 

Ada beberapa macam standard format teknologi sistim transfer-data  digital yang dikenal, seperti misalnya RS422, RS485, SCSI.  Format LVDS atau Low Voltage Differential Signaling adalah merupakan salah satu teknologi sistim data-tranfering yang mampu menjawab  problem-problem seperti disebutkan diatas.

LVDS mempunyai karakteristik seperti :
  • Data-transfer dengan kecepatan tinggi.
  • Amplitude sinyal data kecil, sekitar 200 hingga 300 milivolt
  • Kebutuhan daya listrik rendah.
  • Sedikit menimbulkan noise.
  • Bekerja pada tegangan sangat rendah rendah.
  • Data yang dikirim merupakan serial-data, sehingga dapat mengurangi jumlah kabel konektor.
  • Relatip murah dibanding teknologi lain

 Gbr.2 Sirkit LVDS  

Sirkit LVDS :
  • LVDS transmiter - sirkit ada pada bagian main-pcb.
  • LVDS receiver – sirkit ada pada bagian pcb TCON.
  • Menggunakan pair kabel yang tidak disambung dengan ground. Pada bagian ujung (Tcon) diberi beban R100 ohm.




Gbr.2 Blok diagram format LVDS



Blok format LVDS :
  • Pada main-board  sinyal data gambar digital RGB, H/V Syncronisasi, Clok  dengan sirkit LVDS transmitter dirubah menjadi sinyal analog LVDS. 
  • Sinyal data gambar analog LVDS terdiri dari 5 pair kabel dengan nama2 seperti contoh Gbr.3
  • Pada modul Tcon sinyal data gambar analog LVDS dengan sirkit LVDS dirubah kembali menjadi sinyal data gambar digital RGB.


Gbr.3 Contoh nama pin data gambar LVDS dari sebuah konektor kabel LVDS

 Gbr.4 Contoh gambar macam2 bentuk kabel LVDS 


Kerusakan, gejala dan trobelshuting


Kerusakan kabel/konektor LVDS dapat menyebabkan :
  • Gambar blank gelap karena salah satu atau ada beberapa jalurnya putus pada kabel LVDS.
  • Gambar blank gelap karena salah satu jalur data gambar setengah short (bocor) dengan ground akibat adanya kotoran/korosi pada konektor.
  • Gambar cacat garis2 horisontal karena konektor kurang kontak dengan kabel LVDS. Sering dijumpai pada tipe merk Sharp.
  • Pada jenis tipe panel tertentu layar muncul gambar “patern generator”. Sering dijumpai terjadi pada merk Sharp.


Membersihkan kabel LVDS jenis flatwire :
  • Jangan mengorek-korek kontak kabel LVDS jenis flatwire dengan logam karena dapat merusak.
  • Gosok menggunakan karet penghapus pensil (setip) untuk membersihkannya.
 Gbr.5  Flatwire LVDS

Gbr.5 Karet penghapus pensil


Membersihkan female konektor LVDS (pada motherboard/Tcon) :
  • Potong kecil kertas amplas paling halus ukuran 2cm x 1cm
  • Masukan/selipkan kedalam kontak konektor dan gosok pelan2.

Memeriksa kabel dan kontak konektor LVDS.
Kadang kabel/konektor LVDS sudah dibersihkan, tapi kita masih ragu2 apakah sudah benar2 kontak.
  • Periksa satu2 jalur LVDS dengan ohm meter kontak antara mainboard dengan Tcon.
  • Periksa satu2 tegangan pada jalur  data pair sinyal gambar pada Tcon. Semua harus mempunyai tegangan yang sama (sekitar 1.8v). Kalau ada salah satu yang kurang ada kemungkinan jalur tersebut kurang kontak atau konektornya kotor/korosi bocor dengan ground. Dapat  juga disebabkan ic Chip pada motherboard rusak pada jalur tersebut.
 
Berikut adalah contoh gejala cacat gambar2 yang disebabkan LVDS kotor sehingga sebagian jalur ada yang kurang kontak :

Gbr.6 Gejala LVDS ada sebagian jalur kurang kontak


**********************